Mari Bergabung Dalam KOMSOS !!
Explore your unlimited talents in journalistic, multimedia and worship.

KECANTIKAN

 

 

 

 


Perkawinan Dalam Rencana Keselamatan Allah

Katekismus Gereja Katolik


St. Elizabeth Bichier


 


MARI MEWARNAI !!

 

 

 

 


Menyambut Bulan Kitab Suci Nasional 2009


 


Gawat, Ratusan Pelajar di Ende Terkena Wabah Flu


Wahid Institute: Ideologi Teror Masih Tumbuh Subur di Indonesia


SAKRAMEN EKARISTI [3]

EKARISTI DALAM KITAB SUCI [ Bagian ke-2]


“DAGING” dan “DARAH”

Bagaimana mengarungi gurun kehidupan ini dengan selamat sampai ke tujuan? Dalam hubungan inilah Yesus menampilkan diri kepada orang-orang sezamannya sebagai makanan bagi kehidupan yang turun dari surga. Bila orang mau menerima dan menyatu dengannya, kehidupannya akan dirasuki surga. Inilah yang ditampilkan dalam Yoh 6:51-58.
Yesus merujuk pada semua tindakan, amal, kata-kata dan pelayanannya dalam hidupnya sebagai "daging" dan "darah"-nya. Ungkapan ini menunjukkan betapa semua itu terpadu dalam kehidupannya. Jadi "daging anak manusia" sama dengan semua yang dijalankan Yesus dan diajarkannya. Dalam hubungan ini "makan" dan "minum" mengungkapkan kesatuan baik dengan yang disantap maupun dengan sesama penyantap. Gagasan-gagasan ini diungkapkan dengan "makan dagingku" dan "minum darahku".
Yang Mahakuasa masih memberi makanan dan minuman agar orang dapat menempuh perjalanan hidup. Perjalanan ini penuh unsur yang tak terduga-duga, penuh harapan tapi juga sering harus dititi dengan rasa sakit. Di beberapa tempat di negeri kita sedang mengalami kesusahan akibat bencana alam dan malapetaka sosial. Kepercayaan akan kebesaran Yang Mahakuasa akan membuat orang makin tabah. Juga dalam keadaan sulit kita masih "diberi makan dan minum dari langit". Akan diperoleh makanan yang sama, minuman yang sama, kehidupan yang sama yang telah diperoleh Yesus dari atas sana. Bukan hanya bagi kepentingan perorangan saja, melainkan dalam ikhtiar bersama untuk memperbaiki keadaan, dalam mengatasi kesulitan, dalam saling menguatkan, dan solidaritas sakramental ini dapat menjadi kekuatan untuk berjalan terus sampai ke sana, ke tempat yang telah dicapai Yesus sendiri! (Ist)


LEBIH BAIK MEMBERI DARIPADA MENERIMA


Syndicate content