Mari Bergabung Dalam KOMSOS !!
Explore your unlimited talents in journalistic, multimedia and worship.

SAKRAMEN EKARISTI [5]

EKARISTI DALAM KITAB SUCI [ Bagian ke-4]

 


Nilai Agung Suatu Misa Kudus

oleh: P. Francis J. Peffley

Misa Kudus adalah bentuk sembah sujud yang paling tinggi tingkatnya. Dalam Misa Kudus Kurban Kalvari dihadirkan kembali. Satu Misa Kudus menghantarkan kepada Allah lebih banyak pujian serta ucapan syukur dan mendatangkan lebih banyak pengampunan dosa serta pembelaan yang lebih kuat bagi kita daripada penyembahan terus-menerus yang dilakukan segenap jiwa-jiwa di surga, di bumi dan di api penyucian digabung menjadi satu. Dalam Misa Kudus, Yesus Kristus, Tuhan, sekaligus Manusia, adalah Pengantara kita, Imam Agung kita sekaligus Kurban kita. Sebagai Tuhan - dan sekaligus Manusia - doa-doaNya, belas kasihNya, dan kurbanNya mempunyai nilai yang amat agung

Perayaan Misa sarana terbaik bagi kita untuk :

1.   Memuji Tuhan dalam bentuk sembah sujud yang paling tinggi.
2.   Mengucap syukur kepada Tuhan atas segala berkatNya.
3.   Memperoleh pengampunan atas dosa-dosa kita.
4.   Memperoleh berkat serta rahmat yang kita inginkan.
5.   Membebaskan jiwa-jiwa dari api penyucian serta memperpendek masa tinggal kita sendiri disana.
6.   Melindungi kita dari segala bahaya jasmani maupun rohani.
7.   Memperoleh penghiburan di saat ajal kita, karena pada saat itu kenangan akan Misa    Kudus akan menjadi penghiburan kita yang terbesar.
8.  Membela kita di hadapan Takhta Pengadilan Allah.
9.  Mendatangkan berkat dan rahmat Tuhan; oleh karenanya berusahalah untuk ikut ambil bagian dalam Perayaan Misa setiap hari, atau sesering mungkin. 
10.  Lebih menghayati keluhuran serta keagungan Sengsara Kristus, dan oleh karenanya, memperdalam cinta kita kepadaNya.


MARI MEWARNAI !!

 

 

 

 


TONY BLAIR

Tony Blair Pindah ke Katolik karena Istri dan "Sifat Universal Katolik" 

 


ST. PETRUS CLAVER


PEDOMAN BIBLIS PERKAWINAN (2)


GULA PAHIT

 

 

 


BENCANA


EFATA! - TERBUKALAH!

Injil Mrk.7:31-37menampilkan kisah unik: penyembuhan orang tuli. Hanya dalam Injil Markus sajalah peristiwa ini disampaikan. Kisah penyembuhan orang tuli ini mesti dibaca bersama dengan kisah penyembuhan orang buta di Betsaida (Mrk 8:22-26). Makna simboliknya, mereka jadi sembuh dalam perjumpaan dengan Yesus yang tak terduga-duga di tengah perjalanannya, di tengah ziarahnya menemukan kehendak Bapanya. Kesembuhan mereka itu ialah kesembuhan dari ketulian dan kebutaan mengenai siapa sebetulnya Yesus ini. Kisah ini dimaksudkan bagi orang banyak, di mana saja Injil ini terbaca. Hendaknya mereka mengerti bahwa perjumpaan dengan Yesus sang pejalan ini membuka gerbang telinga dan pintu mata. Ketulian sesenyap apapun dan kebutaan segelap apapun tak bisa menahan suara dan terang yang keluar dari diri Yesus.
Sikap dan tindakan Yesus dalam penyembuhan orang tuli itu adalah memisahkannya dari kerumunan orang banyak sehingga hanya mereka berdua saja. Di situ terjadi penyembuhan. Tentu si tuli tadi kemudian bercerita dan dari sana kita tahu bahwa Yesus memasukkan jarinya ke telinga orang itu, meludah dan meraba lidah orang tadi, tapi lebih penting lagi, kemudian sambil menengadah ke langit, ia mendesah dan berkata, dalam bahasa Aram, "Efata!" artinya "Terbukalah!". Ia menengadah menghadirkan kembali kekuatan perkenan dari atas dan menyalurkannya ke dalam telinga dan lidah orang bisu tuli tadi. Adakah kekuatan lain yang dapat menahan suara dan perkenan dari langit yang terbuka tadi? Yesus bukan penyembuh biasa, ia meneruskan perkenan yang meraja di dalam dirinya kepada siapa saja yang mendekat padanya. Ia juga sanggup ikut merasakan penderitaan batin dan fisik orang yang sakit. (Ist)


SAKRAMEN EKARISTI [4]

EKARISTI DALAM KITAB SUCI [ Bagian ke-3]


Syndicate content