Mari Bergabung Dalam KOMSOS !!
Explore your unlimited talents in journalistic, multimedia and worship.

PORSENI OMK 2009 (1)


SAKRAMEN EKARISTI [6]

EKARISTI DALAM PRAKSIS DAN AJARAN GEREJA (2)


APA ITU MISTERI EKARISTI?

Yesus hadir di dunia sekarang ini dengan berbagai cara, tetapi Ekaristi adalah saat di mana Yesus hadir secara paling istimewa. Saat Misa, imam mengucapkan doa khusus yang merupakan pengulangan kata-kata Yesus pada Perjamuan Malam Terakhir bersama dengan para muridNya, "Inilah TubuhKu. Inilah DarahKu." Dengan kuasa Allah, Yesus hadir dalam Ekaristi saat imam mengucapkan kata-kata tersebut. Meskipun yang kita lihat hanyalah sepotong hosti putih yang kecil, yang bentuknya seperti roti dan rasanya juga seperti roti, namun demikian sejak saat konsekrasi (saat imam mengucapkan doa tersebut) hosti bukan lagi roti, melainkan Tubuh dan Darah Yesus yang hadir dalam Ekaristi. Yah, memang sulit untuk memahaminya - malahan, rasanya tidak mungkin membayangkannya. Namun, itulah kebenaran yang disampaikan Yesus kepada kita, dan kita percaya padaNya. Banyak orang yang mempunyai pengalaman yang menakjubkan mengenai kehadiran Yesus saat mereka menerima Ekaristi dalam Komuni Kudus. Yesus mengasihi kita dan menyerahkan nyawaNya bagi kita. Ia ingin senantiasa bersama-sama kita sampai akhir jaman. Sebaliknya, Ia pun berharap kita mau membalas kasihNya. Yesus menantikan balasan cinta kita kepadaNya dalam Ekaristi. Kita dapat mengatakan padaNya bahwa kita mencitaiNya ketika kita menerima Komuni Kudus dan ketika kita berdoa kepadaNya kapan pun juga. 

sumber : My Friend; St. Thomas Corner; www.daughtersofstpaul.com/myfriend


INFO

 

 

 


PERSIAPAN PERAYAAN SEABAD KELAHIRAN MOTHER THERESA


YOSEF dari CUPERTINO


PEDOMAN BIBLIS PERKAWINAN (3)


PELANTIKAN ANGGOTA DPR

 

 

 

 


CALO TIKET


ENGKAULAH MESIAS!

Judul di atas dipetik dari jawaban Petrus (Mrk 8:27-35) terhadap pertanyaan Yesus kepada para murid mengenai siapa dirinya menurut mereka sendiri. Kedengarannya sederhana, muncul dari kesadaran mereka sendiri. Setelah Petrus menegaskan Yesus itu Mesias, anehnya Yesus melarang menyebarluaskan pengertian itu dan selanjutnya mengungkapkan diri dengan "Anak Manusia" dan tidak pernah menyuarakan diri dengan kata "Mesias" .
Teologi Anak Manusia lebih cocok, lebih aktual, dan lebih membuat orang memahami Yesus itu tokoh yang menghadap Dia yang ada di atas sana, bukan tokoh yang mau menjalankan kuasa di sini, juga kuasa batin terhadap pengikut-pengikutnya. Ia baru punya bobot seperti itu nanti setelah wafat di kayu salib. Pada saat itulah sosok Anak Manusia yang tadi datang menghadap Allah itu sampai ke tujuannya dan menerima kemuliaannya sebagai Anak Allah, seperti diucapkan oleh kepala pasukan yang menunggui dia di salib, "Sungguh, orang ini  Anak Allah!"
Gambaran sebagai Anak Manusia menegaskan bahwa anugerah dari Yang Mahakuasa yang diterimanya itu bukan untuk mempertontonkan kuasa, melainkan pemberian kekuatan untuk menanggung penderitaan nanti, sampai dinaikkan di salib. Tapi juga kekuatan yang bakal membuatnya bangkit. (Ist)


Syndicate content