Mari Bergabung Dalam KOMSOS !!
Explore your unlimited talents in journalistic, multimedia and worship.

SIKAP BERAGAMA DAN KEROHANIAN SEJATI


SAKRAMEN EKARISTI [9]

PANDANGAN TEOLOGIS DAN AJARAN GEREJA (3)


Pentas Seni BKSN ala St. Catharina Siena

BKSN gak Cuma bisa diisi dengan lomba saja loch, tapi juga dengan pentas seni juga bisa. Buktinya wilayah St. Chatarina Siena yang pada  minggu lalu tepatnya 27 september mengadakan Pentas Seni di kediaman Bpk. Agustinus Mande.
Pentas Seni ini bukan sembarang Pentas Seni loch,, disini juga banyak acara-acara menarik di antaranya Opera yang diperankan oleh BIA sampai dengan dewasa. Opera ini mempunyai judul “ Yakub bergulat dengan manusia dan Allah”. Iiich wew,, mereka kompak banget loch, sampai-sampai membuat para penonton terhibur bahkan sampai tertawa terbahak-bahak....... hahahaha... Karena sangat uniknya opera ini juga mempunyai kreasi tersendiri, yaitu opera ini terbagi atas 4 episode loch..  wuuuiiihhh unik bagedd dahhh, sayang dech kalau yang gak ikut nonton... hehehehee...
Selain itu juga, kita kedatangan bintang tamu dari Paroki St. Andreas yaitu Romo Thomas Peng-An... demi membangkitkan suasana, sang aktor menyanyikan beberapa lagu dari album pertamanya,, dengan suara yag is the best bangaddd para penonton sangat terkesima dengan penampilannya.... thx bangedddhh yaahh mo... wkwkwk
Gak Cuma itu aja acaranya, di pentas seni ini juga ada Fashion Show lochh... Para modelnya lucu-lucu banged dech, yaitu, Mas Widi, Pak Charles dan Pak Santoso, dengan gaya yang mirip Chaterine Wilson itu membuat para penonton sampai tertawa terbahak-bahak... Heheheh...  semua yang gak dateng pasti nyesel banged dech..
Yach buat wilayah St. Chatarina Siena tetep Kreatif yuaa,, Qta tunggu acara selanjutnya dan buat Wilayah-wilayah lain tunjukin dund kreatifitasnya...
CHAIIIYOOO, SEMANGADHH TRUZZZ..... GBU


Menebah Dada & Berlutut

 

 

 

 

 

 


BKSN 2009

Ho…ho…ho….^^ lomba BKSN 2009 ternyata ga garing-garing banget tuch…! Buktinya OMK yang menjadi panitianya bisa membuat para peserta dan supporternya senang & gembira. Walaupun hanya dengan 3 jenis perlombaan, yaitu Lomba Membaca Kitab Suci & Renungan (Dewasa), Lomba Kuis Kitab Suci (BIA,OMK, dan Dewasa), dan Lomba Mewarnai (BIA) bisa membuat satu gereja heboh & terhibur.
 Lomba ini diikuti oleh 7 wilayah. Acara ini dimulai Sabtu, 26 September 2009 dengan lomba pertama, yaitu Membaca Kitab Suci dan Renungan. Masing-masing wilayah mengirimkan perwakilannya, tapi sayang ada satu wilayah yang tidak mengirimkan perwakilannya. Itu semua ga jadi masalah karena acara tetap berjalan dengan baik. Sebelum pengumuman pemenang, OMK mengisi acara dengan Vokal group. Ehm… walaupun suara-suara mereka  agak-agak cempreng gimana geto… but, it's ok! Yang penting ga fals tuch…^^ karena peserta lomba & beberapa umat Paroki St. Andreas sangat terkesima melihat penampilan OMK, gak hanya OMK loh yang mengisi acara, ada juga Trio Kwek-kwek ala Paroki St. Andreas, yaitu Bu Simon, Bu Anna Winar, dan Bu Leo  mempersembahkan sebuah lagu dengan diiringi gitaris handal (boong banget) yang membuat lagu tersebut lebih hidup.


St. Bruno


Yang Manakah Jodoh Saya?

Rika seorang gadis Katolik, belum punya pacar yang serius. Ada beberapa teman laki-laki yang mendekatinya, tapi ia belum bisa menentukan yang manakah jodohnya. Rika sudah berdoa novena, namun rasanya belum ada tanda-tanda mana yang terbaik sebagai pasangan hidupnya. Ia tidak ingin salah pilih karena tak ingin berakibat penyesalan seumur hidup.

Perkawinan dan keluarga merupakan jalan hidup yang diidamkan kebanyakan orang. Tetapi tidak sedikit orang muda sulit mendapat jodoh yang sesuai. Perjodohan memang tidak dapat dipecahkan dengan horoskop, perjodohan juga bukan melulu soal nasib. Masalah perjodohan juga tak dapat dipecahkan hanya dengan doa atau novena. Manusia dibekali aneka anugerah Tuhan, agar ia jangan hanya menunggu atau menyerah secara pasif kepada “nasib”, melainkan mengerahkan segala daya kemampuan, budi dan hati untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang wajar, mengembangkan diri dan sesama, dan saling membantu mencapai cita-cita. Memilih jodoh tidak sama dengan memilih barang. Jodoh yang baik tidak sekali jadi, melainkan melalui suatu proses interaksi. Paham perkawinan Katolik mengandung beberapa unsur dan sifat hakiki yang harus diterima, yakni unitas dan indissolubilitas. Mengingat perbedaan paham perkawinan Katolik dengan paham perkawinan kalangan lain dalam masyarakat majemuk, soal-soal ini sudah harus dijelaskan, ditegaskan, didiskusikan dan disepakati, sebelum keputusan untuk menikah.


BIAYA PELANTIKAN ANGGOTA DPR

 

 

 


GEMPA BUMI di SUMATRA BARAT


MASALAH HUKUM ATAU IMAN?

Masalah yang dibawa ke hadapan Yesus oleh orang Farisi kali ini mengenai prinsip boleh tidaknya seorang suami menceraikan istrinya (Mrk 10:2-16). Dalam hukum Taurat, tindakan itu diizinkan, yakni dengan surat cerai resmi yang dibuat oleh suami yang diserahkan - jadi resmi diterima - oleh istrinya. Istri yang diceraikan tadi bisa menikah lagi dengan sah, tetapi bila suami baru menceraikannya atau meninggal, maka bekas suami yang dulu tidak boleh menikahinya kembali.
Penegasan Yesus, seorang suami berzinah terhadap perempuan yang diceraikannya, amat mengagetkan. Yesus memandang perempuan dan lelaki setara dalam hak dan kewajiban. Ditegaskan, bila seorang perempuan menceraikan suaminya lalu menikah lagi, maka perempuan itu bertindak zinah terhadap suaminya. Pernyataan Yesus bahwa istri dapat menceraikan suami, sangat kontroversial! Hukum agama Yahudi tidak mengenal hal ini.
Persoalan ini ialah soal hukum agama Yahudi pada zaman Yesus, bukan perkara hukum Gereja. Jadi tidak bisa diterapkan begitu saja pada peraturan perkawinan dalam Gereja maupun pemecahan masalah kehidupan rumah tangga orang katolik masa kini. Prinsip teologis yang mendasari pendapat Yesus ialah maksud Pencipta dalam menjadikan lelaki dan perempuan, yakni agar mereka bersatu dan janganlah hubungan yang dikehendaki Pencipta diabaikan. Perbincangan Yesus kali ini bukan dimaksud untuk "mempertobatkan" pihak yang kalah berdebat. Pengajaran ini agar kita tidak terpancang pada huruf, melainkan lebih berpegang pada prinsip-prinsip hidup di hadapan Allah..(Ist)


Syndicate content