Mari Bergabung Dalam KOMSOS !!
Explore your unlimited talents in journalistic, multimedia and worship.

KALAU SUDAH BESAR


DUDUK DI KANAN KIRINYA?

Bacaan Injil Mrk 10:35-45 mengungkapkan keinginan Yakobus dan Yohanes untuk memperoleh kedudukan di kanan dan kiri Yesus dalam kemuliaannya nanti, tetapi Yesus malah menanyai mereka, sanggupkah minum dari cawan yang diminumnya dan menerima baptisan yang diterimanya. Ditambahkan, ia tak dapat menjanjikan kedudukan itu karena hanya Allah sendirilah yang menentukan siapa yang pantas ke sana. Kemudian Yesus mengatakan, barangsiapa ingin jadi orang besar hendaknya menjadi orang yang melayani orang lain. Bagi Anak Manusia, melayani dan mengamalkan diri menjadi jalan penebusan bagi umat manusia.
Minggu ini juga dirayakan sebagai Minggu Pemberitaan Kabar Gembira. (Juga biasa disebut Minggu Evangelisasi.) Gereja menjalankannya dengan macam-macam bentuk, tapi intinya sama: mendekatkan dunia kepada warta Kristus sang penebus dunia. Injil hari ini mengajak siapa saja yang menerjuni karya misi untuk semakin menyadari bahwa yang diharapkan dari mereka ialah kesanggupan dibaptis dengan baptisan Yesus dan minum dari cawan yang diminumnya juga. Ini pahala terbesar yang bisa diharapkan. Bila begitu, tidak perlu kita merasa terbawa dorongan dan keinginan mendapat tempat sedekat-dekatnya dengan Yesus yang mulia nanti. Misi pengikut Kristus itu bukan program pemurtadan, melainkan ikhtiar untuk berbagi cita-cita memulihkan keindahan ciptaan. Misi pengikut Kristus bisa dijalani bersama orang dari kepercayaan lain juga! (Ist)

 


SAKRAMEN EKARISTI [10]

REFLEKSI SISTEMATIS: TEOLOGI EKARISTI DALAM AJARAN KONSILI VATIKAN II


PAUS SERUKAN UNTUK TIDAK MEMARGINALKAN KRISTIANI DARI KEHIDUPAN PUBLIK


MARI MEWARNAI !!

 

 

 


PAUS DOAKAN KORBAN GEMPA SUMATRA BARAT


St. Theresia Avilla


Manakah Jodoh Saya?

Perkawinan dan keluarga merupakan jalan hidup yang diidamkan kebanyakan orang. Tetapi tidak sedikit orang muda sulit mendapat jodoh yang sesuai. Perjodohan memang tidak dapat dipecahkan dengan horoskop, perjodohan juga bukan melulu soal nasib. Masalah perjodohan juga tak dapat dipecahkan hanya dengan doa atau novena. Manusia dibekali aneka anugerah Tuhan, agar ia jangan hanya menunggu atau menyerah secara pasif kepada “nasib”, melainkan mengerahkan segala daya kemampuan, budi dan hati untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang wajar, mengembangkan diri dan sesama, dan saling membantu mencapai cita-cita. Memilih jodoh tidak sama dengan memilih barang. Jodoh yang baik tidak sekali jadi, melainkan melalui suatu proses interaksi. Paham perkawinan Katolik mengandung beberapa unsur dan sifat hakiki yang harus diterima, yakni unitas dan indissolubilitas. Mengingat perbedaan paham perkawinan Katolik dengan paham perkawinan kalangan lain dalam masyarakat majemuk, soal-soal ini harus dijelaskan, ditegaskan, didiskusikan dan disepakati, sebelum keputusan untuk menikah.


PENAMPILAN BUDAYA

 

 

 


KOMITMEN KEPADA RAKYAT


Syndicate content