JALAN SALIB MEDITATIF

Jalan salib jumat kemarin berbeda dari biasanya, mulai dari suasana, media, dan lagu-lagu yang dipergunakan seakan-akan tidak lazim. Semuanya mengarah pada suasana meditatif. Keheningan sudah mulai terasa sejak memasuki Gereja.
Ibadat Jalan salib diawali pengantar dari Romo Thomas untuk mempersiapkan diri supaya lebih khusuk  dan masuk dalam suasana meditasi. Satu demi satu materi renungan disorotkan ke layar diselingi narasi dari Romo Thomas. Alunan musik membawa suasana masuk lebih dalam lagi, mulai dari instrumental lembut hingga music rock yang keras menggambarkan perjalanan hidup Yesus sebagai anak manusia di dunia ini. Suasana tenang, pengaturan cahaya, dan sound system turut menciptakan suasana meditatif yang mendukung. Semua umat tampak fokus dan khusuk mengikuti renungan dari satu peristiwa ke peristiwa yang lain. Suara isak tangis dari beberapa umat yang tak terbendung kian menunjukkan betapa dalamnya makna ibadat jalan salib bagi individu-individu yang tersentuh dari setiap peristiwa yang dilalui oleh Yesus.

Tidak terasa waktu bergulir cepat, semua peristiwa dari kisah penciptaan hingga Yesus wafat dan dimakamkan telah direnungkan bersama. Pada bagian penutup ibadat, umat diajak hening  sambil merenungkan niat-niat pada diri sendiri menuju pada suatu perubahan hidup yang lebih baik di masa mendatang. Ibadat diakhiri dengan doa, berkat dan pengutusan tanpa diikuti perayaan ekaristi. Meskipun demikian, makna ibadat jalan salib sungguh menyentuh hati umat sebagai suatu wujud peringatan akan sengsara dan wafat Yesus di kayu salib.
Ibadat jalan salib meditatif menjadi salah satu contoh bahwa Paroki Santo Andreas Ciluar mampu berkarya dan berkreasi memaknai masa prapaska dengan gaya yang berbeda tanpa harus keluar dari koridor liturgi gereja dan makna ibadat jalan salib yang sesungguhnya. Semoga masa Prapaska ini menjadi lebih bermakna bagi kita. (Notna)