Sajian SKK (33)

BERPACARAN: BERAPA LAMA IDEALNYA?


Manakah Jodoh Saya?

Perkawinan dan keluarga merupakan jalan hidup yang diidamkan kebanyakan orang. Tetapi tidak sedikit orang muda sulit mendapat jodoh yang sesuai. Perjodohan memang tidak dapat dipecahkan dengan horoskop, perjodohan juga bukan melulu soal nasib. Masalah perjodohan juga tak dapat dipecahkan hanya dengan doa atau novena. Manusia dibekali aneka anugerah Tuhan, agar ia jangan hanya menunggu atau menyerah secara pasif kepada “nasib”, melainkan mengerahkan segala daya kemampuan, budi dan hati untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang wajar, mengembangkan diri dan sesama, dan saling membantu mencapai cita-cita. Memilih jodoh tidak sama dengan memilih barang. Jodoh yang baik tidak sekali jadi, melainkan melalui suatu proses interaksi. Paham perkawinan Katolik mengandung beberapa unsur dan sifat hakiki yang harus diterima, yakni unitas dan indissolubilitas. Mengingat perbedaan paham perkawinan Katolik dengan paham perkawinan kalangan lain dalam masyarakat majemuk, soal-soal ini harus dijelaskan, ditegaskan, didiskusikan dan disepakati, sebelum keputusan untuk menikah.


Yang Manakah Jodoh Saya?

Rika seorang gadis Katolik, belum punya pacar yang serius. Ada beberapa teman laki-laki yang mendekatinya, tapi ia belum bisa menentukan yang manakah jodohnya. Rika sudah berdoa novena, namun rasanya belum ada tanda-tanda mana yang terbaik sebagai pasangan hidupnya. Ia tidak ingin salah pilih karena tak ingin berakibat penyesalan seumur hidup.

Perkawinan dan keluarga merupakan jalan hidup yang diidamkan kebanyakan orang. Tetapi tidak sedikit orang muda sulit mendapat jodoh yang sesuai. Perjodohan memang tidak dapat dipecahkan dengan horoskop, perjodohan juga bukan melulu soal nasib. Masalah perjodohan juga tak dapat dipecahkan hanya dengan doa atau novena. Manusia dibekali aneka anugerah Tuhan, agar ia jangan hanya menunggu atau menyerah secara pasif kepada “nasib”, melainkan mengerahkan segala daya kemampuan, budi dan hati untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang wajar, mengembangkan diri dan sesama, dan saling membantu mencapai cita-cita. Memilih jodoh tidak sama dengan memilih barang. Jodoh yang baik tidak sekali jadi, melainkan melalui suatu proses interaksi. Paham perkawinan Katolik mengandung beberapa unsur dan sifat hakiki yang harus diterima, yakni unitas dan indissolubilitas. Mengingat perbedaan paham perkawinan Katolik dengan paham perkawinan kalangan lain dalam masyarakat majemuk, soal-soal ini sudah harus dijelaskan, ditegaskan, didiskusikan dan disepakati, sebelum keputusan untuk menikah.


Bagaimana Mendapatkan Jodoh?

Ada pepatah mengatakan: “Awal yang baik sudah merupakah separuh pekerjaan” dan “Setiap awal itu sulit”. Hal ini berlaku pula bagi persiapan perkawinan, khususnya pemilihan pasangan hidup. Kesalahan pada awal, baik salah pilih maupun keputusan kurang selektif dalam keadaan “panik”, dapat  berakibat fatal bagi perkawinan. Familiaris Consortio (FC) no. 66 menegaskan: “... Pengalaman menunjukkan bahwa orang-orang muda yang dipersiapkan dengan baik untuk hidup berkeluarga, pada umumnya berhasil lebih baik daripada lain-lainnya.” Usaha pastoral pemilihan pasangan hidup harus dibahas dalam rangka pastoral persiapan perkawinan dan keluarga. Pastoral itu meliputi jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Persiapan jangka panjang dimulai dengan pembinaan kepribadian dan iman anak, jangka menengah dengan katekese Sakramen Perkawinan, dan persiapan jangka pendek untuk perayaan Sakramen Perkawinan.

Beberapa hal yang dapat membantu muda-mudi mendapatkan pasangan hidup:
 1. Metode Tak Langsung, ialah usaha-usaha yang tak langsung mempengaruhi    proses itu, tetapi hanya menciptakan persyaratan yang dapat mempertemukan   orang-orang yang sama-sama mencari pasangan hidup;
 2. Metode Langsung ialah usaha-usaha yang lebih ekspisit menciptakan     persyaratan serta suasana yang sesuai, agar mereka yang    mencari pasangan hidup mendapat kesempatan lebih jelas   untuk tanpa jalan berliku-liku menemukannya.


PEDOMAN BIBLIS PERKAWINAN (4)

Isteri yang Baik adalah Karunia
Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN (Amsal 19:14, 18:22).
Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya… Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji (Amsal 31).

Suami Diberkati Melalui Isterinya
Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu: rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya (Amsal 5:15-19).
Nikmatilah hidup dengan isteri yang kau kasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari (Pengkhotbah 9:9, Ulangan 24:5, 1 Petrus 3:7).

Yang Beriman Menguduskan Pasangannya yang Tak Beriman
Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya (1 Korintus 7:14-16).

Percabulan (Seks Pra-nikah) adalah Dosa Terhadap Kemurnian dan Perkawinan
Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah (Ibrani 13:4, lihat juga Efesus 5:5, Galatia 5:16-24, Wahyu 22:14-15, 1 Korintus 6:15-20).

 


PEDOMAN BIBLIS PERKAWINAN (3)


PEDOMAN BIBLIS PERKAWINAN (2)


PEDOMAN BIBLIS PERKAWINAN (1)

•Tujuan Perkawinan: Persatuan Penuh Cinta (Kasih) dan Pembiakan (Hidup)
Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, Seturut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan. Allah memberkati mereka, lalu berfirman: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu….” TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangunNyalah seorang perempuan, lalu dibawaNya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (Kejadian 1:27-28, 2:18-24).


Perkawinan Dalam Rencana Keselamatan Allah

Katekismus Gereja Katolik


KATEKESE TENTANG ABORSI DAN KB ALAMI (6)


Syndicate content